Tahukah Anda manfaat Kayu Manis ?

06 Dec, 2016 Hits: 792

Memiliki aroma manis yang khas, kayu manis dikenal sebagai salah satu rempah yang sering digunakan sebagai komponen pelengkap masakan. Tidak hanya itu, rempah istimewa ini juga mengandung banyak khasiat pengobatan.

Kayu manis merupakan jenis rempah-rempah yang di­hasilkan dari kulit kayu Cinnamomum sp. Semua jenis kayu manis tergabung ke dalam familia Lauraceae. Ada dua jenis utama kayu manis di dunia, yaitu kayu manis cassia dan kayu manis ceylon (Srilanka).

Kayu manis yang banyak dihasilkan Indonesia adalah jenis kayu manis cassia (Cinnamomum burmanii). Tinggi tanaman kayu manis berkisar antara 5-15 meter, kulit pohon berwarna abu-abu tua berbau khas, kayunya berwarna coklat muda. Daun kayu manis berbentuk elips memanjang, sedangkan buahnya berdaging dan berbentuk bulat me­manjang.

Indonesia saat ini menjadi negara penghasil utama kulit kayu manis. Tumbuhan ini terdapat di Sumatera teru­tama Sumatera Barat, juga di Jawa, Flores, Timor, Bali, dan Sulawesi. Meski pun kandungan kimianya tidak sebaik ku­lit kayu manis Ceylon, namun permintaan pasar akan kulit kayu manis Indonesia masih sangat tinggi.

Secara tradisional, penggunaan kayu manis dalam pengobatan sudah dikenal ribuan tahun yang lalu. Peradaban Mesir Kuno menggunakan kayu manis sebagai salah satu rempah untuk membalsam raja-raja yang akan dimumikan. Pada awalnya kayu manis hanya digunakan untuk ritual keagamaan. Namun lambat laun digunakan pula untuk tujuan lain yaitu untuk memperkaya aroma dan cita rasa makanan.

Kayu manis biasanya dijual dalam bentuk stik kulit kayu mau pun bubuk. Selain sebagai serbuk dan stik, ada juga yang menjual ekstrak kayu manis dan minyak atsiri kayu manis. Minyak atsiri kayu manis bisa digunakan un­tuk menambah rasa makanan dan untuk aromaterapi, bisa juga untuk mengusir serangga seperti nyamuk.

Di India dan China, kayu manis sudah sejak lama di­gunakan pada pengobatan tradisional. Dalam sistem pengobatan tradisional India Ayurveda, kayu manis diya­kini membantu memperbaiki pencernaan dan penyerapan makanan, membuang racun dalam tubuh, dan membantu peredaran darah. Dengan khasiat sebagai pengencer darah, kayu manis membantu mencegah serangan jantung. Kayu manis juga kerap digunakan untuk mengatasi gangguan di salu­ran pernapasan, hidung tersumbat, batuk pilek dan bronkitis. Kayu manis juga banyak digunakan untuk mengatasi radang sendi dan penyakit kulit.

Di beberapa tempat, kayu manis dijadikan sebagai obat tradisional untuk membantu mengata­si infeksi saluran pernafasan yang disebabkan oleh jamur. Bisa juga membantu mencegah kerusakan gigi dan mengatasi bau mulut. Kayu manis juga memiliki efek antiinflamasi. Rempah ini bisa membantu menghambat pelepasan asam lemak yang disebut asam arakidonat, sehingga membantu meringankan inflamasi.

Dari sekian banyak senyawa yang dikandung kayu manis, salah satu yang paling dikenal adalah senyawa aktif yang disebut Cinnamaldehyde (sinamaldehid). Menurut para pakar, senyawa inilah yang memberi rasa dan aroma kayu manis yang khas. Kayu manis juga kaya dengan antioksidan, yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas.

Selain itu kayu manis juga mengandung sejumlah mineral. Misalnya saja mangan (Mn), yang berguna untuk kesehatan tulang, fungsi hor­mon, metabolisme serta pengaturan kadar gula darah. Kayu manis juga mengandung sejumlah serat, zat besi, dan kalsium.

Kayu manis memiliki khasiat obat yang sudah tidak diragukan, tentunya penelitiannya sudah banyak dilakukan. Berikut ini penelitian kayu manis yang sudah dipublikasi.

Anti Mikrobial (Anti Bakteri)

Para peneliti dari Kansas State University menemukan bahwa kayu manis memerangi bakteri Escherischia coli pada jus yang tidak dipasteurisasi. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa kayu manis terbukti memiliki efek an­timikroba terhadap bakteri Escherischia coli (infeksi saluran pencernaan/diare), Helicobacter pilori (sakit maag), Salmonella thypi (tifus), Streptococcus pneumoniae (infeksi saluran nafas).

Antioksidan

Kayu manis memiliki aktivitas antioksidan yang cukup tinggi. Pada pengujian laboratorium, kayu manis menunjukkan ak­tivitas antioksidan sebesar 55.9% dan 66.9%. Antioksidan tersebut berfungsi untuk mengatasi radikal bebas, misalnya asap kendaraan bermotor yang terhirup.

Meredakan Nyeri Sendi

Di Copenhagen University pernah dilakukan uji klinik ter­hadap pasien artritis. Para pasien artritis diberi setengah sendok teh bubuk kayu manis yang dicam­pur 1 sendok makan madu, setiap hari sebelum sarapan. Setelah satu minggu perlakuan, para pasien ini merasakan rasa nyeri mereka berkurang secara nyata. Dan mereka merasa terbebas dari nyeri sendi satu bulan kemudian.

Mengontrol Kadar Gula Darah Penderita Diabetes

Kayu manis merupakan bahan alam yang dapat mem­bantu mengatasi diabetes. Komponen di dalam kayu manis seperti Cinnamaldehyde dan Eugenol, dapat meningkatkan kualitas insulin sehingga insulin dapat bekerja mengantar­kan gula ke dalam sel. Penelitian mengenai efek kayu manis untuk menurunkan gula darah juga dimuat jurnal Diabetes Care (2003), yang menunjukkan bahwa semua responden (pasien diabetes) mengalami penurunan kadar gula darah puasa sebanyak 18 – 29 persen . Namun jenis kayu manis yang lebih cocok untuk dijadikan obat tradisional diabetes adalah jenis kayu manis Srilanka.

Potensi Antikanker

Beberapa penelitian pendahuluan memperlihatkan bahwa kayu manis memiliki potensi antikanker. The U.S. Department of Agriculture (Departemen Pertanian AS) di Maryland mempublikasikan sebuah penelitian bahwa kayu manis mengurangi proliferasi sel-sel leukemia dan sel-sel kanker limfoma. Tentu saja hal ini memerlukan penelitian lanjutan.

Sumber : Disadur dari The Best Herb for Natural Healing